Panduan Persiapan Kerja ke Jepang

Bangun Masa Depan dengan Satu Langkah

Temukan panduan informasi persiapan bekerja ke Jepang serta webinar dengan migran berpengalaman dan institusi pendukung. 100% Gratis.

Calon pekerja migran Indonesia bersiap kerja ke Jepang
Realita Umum

Bingung Cara Kerja ke Jepang?

Banyak orang muda ingin berdampak untuk keluarga, tapi..

Hambatan 01

Bingung harus mulai dari mana

Hambatan 02

Takut kena tipu & jalur ilegal

Hambatan 03

Nggak tahu skill yang dibutuhkan

Hambatan 04

Nggak punya akses informasi yang jelas

Cara Kami Membantu

Kami Bantu Mulai dengan Cara yang Cepat

Satu langkah sederhana bisa membantumu..

Memahami langkah-langkah kerja ke Jepang

Mendapat informasi jalur resmi dan terpercaya

Mempersiapkan dokumen dengan lebih matang

Mengetahui hak-hak dasar dari persiapan, selama di Jepang, hingga pulang ke Indonesia

Bukti Nyata

Success Story

"Hal yang aku syukuri dari kerja di Jepang itu aku bisa hidup tanpa hutang. Kalau keluargaku sakit aku ga perlu pinjam, dan aku bisa penuhi kebutuhan keluarga. Aku juga sekarang mengajar bahasa Jepang buat temen-temen yang lagi persiapan. Buat yang baru mulai menyiapkan, jangan lupa seluruh data info persiapan dan keberangkatan dirangkum dan dibandingkan. Di tengah banyaknya informasi, kamu perlu cari jalur yang bisa menyelesaikan masalah kamu, bukan hanya dari preferensi orang lain."

DerisnaIwate, Jepang

"Kerja ke Jepang memang se worth-it itu. Bisa nabung 70% gaji, beli rumah dan tanah, ngelunasin hutang, dan nyekolahin 2 adik. Selain itu, aku merasa kualitas hidupku juga meningkat, jadi lebih disiplin karena terbiasa dengan budayanya, kualitas tidur meningkat, dan kualitas makan baik. Aku juga jadi punya wawasan yang terbuka karena ketemu sama banyak orang dari berbagai negara”"

RisaHokkaido, Jepang

"Dulu saya kerja di bidang manufaktur, di tahun pertama kemampuan bahasa Jepang saya naik ke level N2. Dari sana perusahaan melihat kemampuan saya di bahasa Jepang, dan muncul kesempatan untuk karir saya meningkat. Belum 3 tahun saya sudah punya sertifikat N1. Setelah itu saya bisa jadi penerjemah simultan yang kalo freelance sehari aja udah berapa juta harga jasanya. Nggak pernah kesulitan dapat kerja, bahkan sekarang bisa punya beberapa bisnis di Indonesia."

JayadiMiyagi, Jepang

"Awalnya aku kira jadi Kaigo (perawat) di Jepang itu berat, tapi ternyata happy karena kerjaannya banyak ngobrol, menata rambut, nyanyi-nyanyi, dan main game bareng lansia. Malah bagus buat aku karena jadi makin fasih bahasa Jepang dari tiap hari ngobrol. Buat yang baru mau persiapan kerja ke Jepang, kamu bisa cicil belajar bahasa mulai dari sekarang. Jadi ketika masuk LPK udah nggak belajar dari 0 lagi."

YaniMie, Jepang

"Hal yang aku syukuri dari kerja di Jepang itu aku bisa hidup tanpa hutang. Kalau keluargaku sakit aku ga perlu pinjam, dan aku bisa penuhi kebutuhan keluarga. Aku juga sekarang mengajar bahasa Jepang buat temen-temen yang lagi persiapan. Buat yang baru mulai menyiapkan, jangan lupa seluruh data info persiapan dan keberangkatan dirangkum dan dibandingkan. Di tengah banyaknya informasi, kamu perlu cari jalur yang bisa menyelesaikan masalah kamu, bukan hanya dari preferensi orang lain."

DerisnaIwate, Jepang

"Kerja ke Jepang memang se worth-it itu. Bisa nabung 70% gaji, beli rumah dan tanah, ngelunasin hutang, dan nyekolahin 2 adik. Selain itu, aku merasa kualitas hidupku juga meningkat, jadi lebih disiplin karena terbiasa dengan budayanya, kualitas tidur meningkat, dan kualitas makan baik. Aku juga jadi punya wawasan yang terbuka karena ketemu sama banyak orang dari berbagai negara”"

RisaHokkaido, Jepang

"Dulu saya kerja di bidang manufaktur, di tahun pertama kemampuan bahasa Jepang saya naik ke level N2. Dari sana perusahaan melihat kemampuan saya di bahasa Jepang, dan muncul kesempatan untuk karir saya meningkat. Belum 3 tahun saya sudah punya sertifikat N1. Setelah itu saya bisa jadi penerjemah simultan yang kalo freelance sehari aja udah berapa juta harga jasanya. Nggak pernah kesulitan dapat kerja, bahkan sekarang bisa punya beberapa bisnis di Indonesia."

JayadiMiyagi, Jepang

"Awalnya aku kira jadi Kaigo (perawat) di Jepang itu berat, tapi ternyata happy karena kerjaannya banyak ngobrol, menata rambut, nyanyi-nyanyi, dan main game bareng lansia. Malah bagus buat aku karena jadi makin fasih bahasa Jepang dari tiap hari ngobrol. Buat yang baru mau persiapan kerja ke Jepang, kamu bisa cicil belajar bahasa mulai dari sekarang. Jadi ketika masuk LPK udah nggak belajar dari 0 lagi."

YaniMie, Jepang
Gratis

Download E-Book Panduan Kerja di Jepang

Rangkuman step-by-step untuk membantumu menghindari kesalahan yang sering dilakukan calon pekerja migran:

  • ✓ Jenis-jenis Specified Skilled Worker & gaji perfektur
  • ✓ Skema persiapan hingga pemberangkatan
  • ✓ Hal yang dapat & tidak dapat dipungut biaya
  • ✓ Dokumen & administrasi legal
  • ✓ Asuransi dan hak-hak dasar
Download Sekarang
Webinar Series

Ikuti Webinar Series Langkah Global Indonesia

Apa benar kerja di Jepang itu selalu pekerja kasar? Ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah menjalaninya?

  • ✓ Langkah awal kerja ke Jepang
  • ✓ Realita & tantangan di lapangan
  • ✓ Tips memilih lembaga dukungan terpercaya
18 Juli 2026 19 September 2026 31 Oktober 2026
Daftar Webinar
Kata Peserta

Testimoni

"Kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Indika Foundation sangat bermanfaat untuk kita yang ingin ke Jepang, kegiatan sosialisasinya sangat menjelaskan lebih dalam tentang cara bekerja ke Jepang, selain itu sosialisasi ini juga tidak hanya memberitahu enaknya saja, tetapi bagian tidak enaknya pun diberitahu & mengundang narasumber yang sudah pernah kerja di Jepang, sangat seruuuyy."

IAS, 16 TahunJurusan Keperawatan, SMKN 28 Jakarta

"Kegiatan ini sangat bermanfaat terlebih lagi bagi siswa SMK/SMA seperti saya dan teman teman saya, kegiatan ini dapat membantu saya dan teman teman saya menentukan hal yang akan dilakukan kedepannya setelah lulus sekolah."

FHP, 16 TahunSMKN 24 Jakarta

"Dari awal sampai akhir sesi semua tertata dengan baik, mulai dari perkenalan tentang berbagai pembagian pekerjaan yang ada di Jepang, dan sampai ke tempat pelatihan pekerjaan, juga review jujur dari narasumber yang bekerja di Jepang membuat kami memahami mekanisme kerja dan pekerjaan hidden gem di Jepang seperti pekerja di kereta api dan lain sebagainya."

IW, 22 TahunAceh

"Webinar ini sangat membantu buat teman-teman yang memang sangat ingin pergi ke Jepang untuk bekerja tapi masih bingung seperti apa yang harus dilakukan untuk bisa pergi bekerja disana. Saya merasa terinspirasi dan termotivasi untuk bekerja di Jepang melalui materi yang sudah dipaparkan seperti bagaimana cara bekerja disana, apa saja yang perlu dilalui/prosesnya, dan ternyata bekerja di Jepang syaratnya tidak sesulit yang saya bayangkan."

ZM

"Webinar ini benar-benar sangat jelas dan terarah, dari pembicara juga bagus apalagi ada tambahan alumni yang ikut menjawab pertanyaan dari para peserta jadi semakin tahu lebih dalam tentang job yang diinginkan."

SAP, 20 TahunJawa Tengah

"Kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Indika Foundation sangat bermanfaat untuk kita yang ingin ke Jepang, kegiatan sosialisasinya sangat menjelaskan lebih dalam tentang cara bekerja ke Jepang, selain itu sosialisasi ini juga tidak hanya memberitahu enaknya saja, tetapi bagian tidak enaknya pun diberitahu & mengundang narasumber yang sudah pernah kerja di Jepang, sangat seruuuyy."

IAS, 16 TahunJurusan Keperawatan, SMKN 28 Jakarta

"Kegiatan ini sangat bermanfaat terlebih lagi bagi siswa SMK/SMA seperti saya dan teman teman saya, kegiatan ini dapat membantu saya dan teman teman saya menentukan hal yang akan dilakukan kedepannya setelah lulus sekolah."

FHP, 16 TahunSMKN 24 Jakarta

"Dari awal sampai akhir sesi semua tertata dengan baik, mulai dari perkenalan tentang berbagai pembagian pekerjaan yang ada di Jepang, dan sampai ke tempat pelatihan pekerjaan, juga review jujur dari narasumber yang bekerja di Jepang membuat kami memahami mekanisme kerja dan pekerjaan hidden gem di Jepang seperti pekerja di kereta api dan lain sebagainya."

IW, 22 TahunAceh

"Webinar ini sangat membantu buat teman-teman yang memang sangat ingin pergi ke Jepang untuk bekerja tapi masih bingung seperti apa yang harus dilakukan untuk bisa pergi bekerja disana. Saya merasa terinspirasi dan termotivasi untuk bekerja di Jepang melalui materi yang sudah dipaparkan seperti bagaimana cara bekerja disana, apa saja yang perlu dilalui/prosesnya, dan ternyata bekerja di Jepang syaratnya tidak sesulit yang saya bayangkan."

ZM

"Webinar ini benar-benar sangat jelas dan terarah, dari pembicara juga bagus apalagi ada tambahan alumni yang ikut menjawab pertanyaan dari para peserta jadi semakin tahu lebih dalam tentang job yang diinginkan."

SAP, 20 TahunJawa Tengah
Pencapaian Kami

Kami Telah Menjangkau

6.400+
orang telah mengunduh buku panduan kerja ke Jepang
1.000+
orang muda indonesia mengikuti sosialisasi peluang kerja ke Jepang sepanjang 2026 (offline + online)
30+
instansi pendidikan bekerja sama dengan kami
6+
stakeholder kunci tingkat nasional terlibat
Siapa Kami

Tentang Langkah Global Indonesia

Langkah Global adalah salah satu inisiatif Indika Foundation untuk membangun manusia Indonesia yang tangguh dan mampu merealisasikan potensi-potensinya.

Kami berkolaborasi dengan kementerian, lembaga pelatihan bahasa, lembaga pelatihan kerja, dan training centre untuk memudahkan orang muda mendapatkan informasi persiapan bekerja di Jepang.

Didukung Oleh

Mitra Kolaborasi

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
Horenso
Kedutaan Besar Jepang Indonesia
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Sakura Mitra Internasional
Hinata Indonesia
Indonesian Business Council
Japan Foundation
LPK Matahari Bulan Jepang Indonesia
Shinjukucenter
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
Horenso
Kedutaan Besar Jepang Indonesia
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Sakura Mitra Internasional
Hinata Indonesia
Indonesian Business Council
Japan Foundation
LPK Matahari Bulan Jepang Indonesia
Shinjukucenter
Keunggulan

Kenapa Pilih Kerja ke Jepang?

01

Rata-rata UMR yang kompetitif dan relatif setara antar-prefektur

02

Kesadaran dan penegakan hukum yang ketat

03

Kebijakan anti-diskriminasi dalam upah, jaminan, dan sosial budaya

04

Asuransi dan dana pensiun yang dapat dicairkan kembali ke negara asal

Mulai Langkahmu Sekarang!

Pahami langkah hingga risiko persiapan kerja di Jepang dengan benar agar kamu bisa memutuskan dengan matang.

Download Panduan GRATIS
Bantuan

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa saja jalur resmi untuk bekerja ke Jepang? +
Ada 3 jenis visa kerja resmi: 1. Magang (Ikusei Shuro): belajar keterampilan teknis, maksimal 3 tahun, gaji lebih rendah, sulit pindah perusahaan; 2. Pekerja Berketerampilan Spesifik (Tokutei Ginou/SSW): status kerja penuh, hingga 5 tahun atau lebih (SSW 2 tidak terbatas), gaji setara warga Jepang, bisa pindah perusahaan; 3. Tenaga Ahli Profesional (Gijinkoku): untuk lulusan S1/D3 atau setara di bidang keahlian spesifik, tanpa batasan masa kerja ketat.
Apa syarat untuk bekerja ke Jepang sebagai SSW/Tokutei Ginou? +
Pemerintah Jepang tidak mensyaratkan ijazah pendidikan tertentu untuk visa SSW. Syarat utamanya adalah sertifikat keterampilan bahasa Jepang minimal level N4 dan lulus ujian keterampilan SSW resmi (melalui prometric-jp.com/id/ssw). Namun, karena perusahaan Jepang umumnya mencari pekerja dengan keterampilan siap pakai, lulusan SMK yang relevan (manufaktur, perhotelan, keperawatan, konstruksi, pertanian, dan sejenisnya) atau individu dengan pengalaman kerja praktis akan lebih bersaing. Syarat lain: berusia minimal 18 tahun (meski banyak perusahaan menetapkan batas atas 30–35 tahun tergantung sektor), sehat secara fisik sesuai tuntutan sektor, serta memiliki kesiapan mental untuk hidup mandiri di negara asing.
Apa itu Tokutei Ginou (SSW)? +
Tokutei Ginou (特定技能), atau dalam bahasa Inggris disebut Specified Skilled Worker (SSW), adalah visa kerja resmi yang diterbitkan pemerintah Jepang sejak April 2019 untuk tenaga kerja asing berketerampilan tertentu yang siap langsung bekerja di sektor dan lokasi yang membutuhkan. Berbeda dari program magang, pemegang visa SSW memiliki hak kerja yang setara dengan pekerja lokal Jepang, termasuk soal upah, jam kerja, dan jaminan sosial, serta status visanya dapat diperpanjang.
Sektor apa saja yang dibuka untuk SSW? +
SSW tersedia di berbagai sektor, antara lain: pembersihan gedung, pembuatan produk industri, konstruksi, pembuatan kapal dan mesin kapal, perbaikan dan perawatan mobil, penerbangan, perhotelan, pertanian, perikanan dan budidaya perairan, produksi makanan dan minuman, layanan makanan, keperawatan, transportasi umum, kereta api, kehutanan, dan industri kayu. Berdasarkan Keputusan Kabinet Jepang 23 Januari 2026, tiga sektor baru juga direncanakan dibuka: pengadaan linen, pergudangan, dan sirkulasi sumber daya.
Berapa biaya untuk berangkat sebagai SSW ke Jepang? +
Jika mengurus secara mandiri, total biaya berkisar Rp10–25 juta, mencakup persiapan dan ujian bahasa Jepang, ujian keterampilan SSW, dokumen administrasi, tiket pesawat, dan biaya hidup awal. Jika menggunakan bantuan lembaga pelatihan kerja (LPK), total biaya bisa mencapai Rp30–45 juta, dengan biaya awal Rp5–15 juta untuk pendaftaran, tes awal, dan pelatihan. Sebagian LPK menawarkan skema biaya talang yang dibayar melalui potongan gaji setelah bekerja. Penting dicatat: biaya tinggi tidak menjamin kualitas layanan yang baik, transparansi kontrak dan status legal LPK jauh lebih penting daripada besarnya nominal biaya.
Lebih baik daftar SSW secara mandiri atau lewat LPK? +
Jalur mandiri cocok untuk kandidat yang sudah cukup paham proses, memiliki kemampuan bahasa Jepang, punya referensi atau pengalaman (misalnya eks-magang), dan siap mengurus dokumen sendiri melalui akun SISKOP2MI. Jalur lewat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) lebih cocok untuk pemula, lulusan SMK/SMA, atau siapa pun yang butuh pendampingan penuh mulai dari pelatihan bahasa dan keterampilan hingga pengaturan interview kerja, cenderung minim risiko dan lebih terstruktur, asalkan LPK-nya resmi dan bekerja sama dengan P3MI berizin.
Berapa lama proses persiapan sampai berangkat sebagai SSW? +
Sekitar 6 bulan untuk belajar bahasa dan keterampilan sesuai bidang SSW (tergantung kecepatan belajar masing-masing). Dilanjutkan interview kerja dengan perusahaan Jepang (bisa diulang ke perusahaan lain jika belum cocok), menunggu kontrak kerja/CoE yang durasinya di luar kendali kandidat, lalu proses administrasi izin tinggal dan medical check-up sebelum berangkat.